My poet VI-X
VI
Kini kusadari betapa bodohnya diriku
Terpikat erat hanya dengan sebongkah cinta semu
Tertarik keras pada seonggok tubuh yang kaku
Membiarkan cinta meresap menembus kuku-kuku
Kusadari betapa ku ingin mendapatkan cintanya
Namun maafkanku, ukhti, ini bukan waktunya
Ku telah berani menembus batas yang tak sepantasnya
Merasa kecewa dan idiot melawan keagunganNya
Bulan saksi ku menangis sejadi-jadinya
Merasa tubuh tak berguna dan tak berdaya
Rasa malu menyelimuti kaki hingga kepala
Kuyakin Allah tahu aku sangat mencintainya
Akankah aku akan kembali kecewa??
Mungkinkah aku kembali merasakan luka??
Dapatkah ia memenuhi harapanku padanya??
Bisakah ia mengerti akan apa yang kurasa??
Kuputuskan mencampakkan dunia dan seisinya
Ku memilih cinta yang tak ada penyesalan di dalamnya
Kupastikan ia tahu sampai mati aku mencintainya
Walau aku hanya dapatkan bidadari di dalam surga
VII
Mengapa ia tak mengerti akan apa yang kurasa
Walau ku terus mengawasinya sepanjang masa
Apakah sekujur tubuhnya telah diserang mati rasa
Atau diriku yang tak pantas mendapatkan cintanya
Ya Allah yang Maha Mengerti kemauan hambanya
Tolong masukkan cinta ke dalam relung hatinya
Tolong tanam di otaknya ‘aku sangat mencintainya’
Kan kutunggu sampai Kau berbaik hati tuk mengabulkannya
Kan kujaga ia walau harus membelah hati
Kan kuselimuti ia dengan cintaku yang pasti
Kan kuhiasi harinya dengan kata-kata penuh arti
Aku ini lelaki dan tak pantas ingkari janji
Wahai Allah yang Maha Penerima Doa
Kabulkanlah harapan dari lubuk raga relung jiwa
Walau memang tak ada secercah air menetes dari sisi mata
Engkau pasti tahu derasnya air dari hati di dalam dada
VIII
Wahai orang yang tekadnya seperti banci,
Di mana engkau berjalan??
Lihatlah jalan berliku yang dilalui ADAM,
NUH yang meratap di geladak kapal,
IBRAHIM yang dilemparkan ke kobaran api,
ISMA’IL yang ditelentangkan hendak disembelih,
YUSUF yang dijual murah dan dipenjara,
ZAKARIYA yang digergaji,
YUNUS yang berdoa di perut ikan,
YAHYA yang disembelih,
AYYUB yang dirundung sakit,
DAUD yang banyak menangis,
ISA yang bersama binatang liar,
MUHAMMAD yang menghadapi berbagai macam gangguan
Sementara ENGKAU,
Lebih banyak bercanda dan bermain-main
IX
Cinta bukanlah cinta dengan hanya sebuah cinta
Cinta kan sempurna dengan adanya sepasang cinta
Semoga hilang hijab penghalang antara dua hati
Bagaikan kayu memisahkan magnet dengan besi
Segumpal darah takluk hanya oleh sesosok wajah
Raut muka sayu merona menggetarkan kalbu
Laksana semua rahmat karunia Allah sedang tercurah
Di balik pipi merah dan matanya yang sendu
Keindahan cinta menusuk hati seorang pemuda
Tak kenal henti bagai deru angin di sore hari
Layaknya surga memenuhi penjuru mayapada
Angan melayang tak tentu kesana dan kemari
Seringkali kubertanya sendiri di dalam hati
Kapankah dapat kugapai surga cinta yang hakiki
Kapankah mungkin ia menerima cinta seorang lelaki
Yang terang-benderang laksana seekor matahari
Atas dasar cinta takkan kulepas dirimu walau sekejap
Atas dasar cinta kutunggu kau hingga ajal menjelang
Atas dasar cinta kurela mataku tenggelam dalam silap
Kurela melompat menjemputmu walau jauh jurang terbentang
X
Cinta yang menyatukan hidup Muhammad dengan Aisyah
Cinta yang menghubungkan hati Utsman dan hati Ruqayyah
Cinta yang mendorong Ali memperistri Fathimah
Cinta yang memaksa Ibrahim meminang seorang Sarah
Karena cinta itu kuhabiskan waktu tuk mengingatmu
Karena cinta itu kuserahkan hatiku kepadamu
Karena cinta itu ku tak bisa tidur tiap malam mimpikanmu
Karena cinta itu ku sangat ingin memiliki hatimu
Namun mengapa kau anggap ini hanyalah cinta semu
Tak kaugubris diriku yang mencari perhatianmu
Tak pernah kau anggap kata-kata cintaku kepadamu
Mungkin untukmu diriku tak pantas tuk mendampingimu
Jadi apa lagi yang harus kulakukan untukmu
Tuk meyakinkanmu atas ketulusan cintaku kepadamu
Haruskah kuambilkan seribu bintang untukmu
Atau ku harus mati agar kau menyadari cintaku kepadamu
Tak pernah ku lebih yakin selain cinta ini kepadamu
Layaknya Muhammad dan Ibrahim yang tak ingin sebuah cinta semu
Seperti Utsman dan Ali rasakan manis cinta bagaikan madu
Kumohon terimalah cintaku, bebaskan hati yang terbelenggu
November 8th, 2007 at 6:44 pm
subhanallah, bagus..