My poet I-V
I
Cukup tahu, cintaku hanya untukmu
Tanpa perlu kau tahu
Namun izinkanlah aku, untuk menyayangimu
Karena dirimu yang aku tunggu
Engkau bidadari, terbangmu semakin tinggi
Membuat nafasku ini, tak berhenti
Kenapa kau anggap diriku teman biasa?
Sudah lama kupendam rasa ini di dalam dada
Masalahku ini kepadamu
Begitu dalam perasaan ini kepadamu
Tapi mengapa kau anggap ini bualan semata?
Kuharap dirimu mengerti apa yang kurasa
Detik demi detik, telah berlalu
Sampai kapan rasa ini menyiksaku
Cinta tak terjawab seperti malam gelap tanpa bintang
Kuingin kau mengerti apa yang telah kupendam
Biarkanlah cinta ini kan kusimpan
Biar kujadikan semua ini menjadi kenangan
Kuharap kau tahu perasaanku kepadamu
Biarpun tak mungkin cinta ini kan bersatu
Kusapu ingatan dalam pikiran
Saat terbersit bayanganmu di dalam angan
Aku yang harapkan satu balasan
Cinta hampa terpendam tanpa ada jawaban
Tatapan pertamamu buat ku terpaku
Pancaran sinar matamu menusuk jantungku
Hanyutkan rasa hati damaikan diri ini
Imajinasiku melayang terbawa mimpi
Walaupun ku tahu dirimu tak merasakan
Adanya getaran cinta yang sangat mendalam
Dari seseorang yang selalu mendambakan
Kehangatan cinta dan kasih sayangmu
Cukup tahu, cintaku kepadamu
Walau kutahu ini hanyalah cinta semu
Biarlah sang waktu yang akan jadi penentu
Aku dan kamu suatu saat mungkin kan bersatu
Entah sampai kapan sanggup menyimpan
Perasaan ini hanya untukmu
Akankah kau dapat mengerti diriku
Yang selalu inginkan dirimu, cukup tahu
Coba lihatlah diriku ini
Hanya diam membisu, mungkin kau mengerti
Tapi mengapa kau begitu
Seolah tak mau tahu adanya diriku untukmu
II
Ukhtiku yang cantik,
Mengapa ketika wajah manismu kulirik
Mendadak anggota tubuhku menjadi panik
Terlupakan olehku sinar mentari yang terik
Laksana magnet yang membuatku tertarik
Ukhtiku yang manis,
Hatiku melahirkan sejuta tanda Tanya
Kau terlalu sempurna sebagai manusia
Mungkinkah hamba mendapatkan hatimu
Dengan hanya bermodalkan rasa cinta kepadamu
Ukhtiku yang pemalu,
Kini kusadari rasa cinta dalam hatiku
Kau telah membuat ragaku terasa beku
Dan kuingin kau menjadi bidadariku
Maukah kau menikah denganku?
III
Hanya dengan mengingat sepatah namanya
Sudah membuat hatiku bagai terpenjara
Takkan kugubris wanita cantik selain dirinya
Karena ku telah merasa menjadi miliknya
Terbayanglah segala mimpi-mimpi indah
Untuk mendapatkan seorang wanita shalihah
Yang rela menemani dalam suka dan susah
Dalam ruang keluarga rumah tangga sakinah
Namun apalah daya seorang budak belian
Bagai seekor semut bermimpi menuju bulan
Hanya kuingin hati seorang perempuan
Yang tingkahnya telah membuat ragaku tertawan
Dan ku berharap kau mau menjadi istriku
Guna melengkapi setengah agamaku
Ku tak ingin wanita lain yang menemaniku
Culkup dirimu, dapat menjauhkan fitnah dariku
IV
Di saat wajah cantiknya belum pernah terbayangkan
Di saat jilbab putihnya belum memenuhi angan
Di saat kami berdua masih saling berbeda jalan
Di saat waktu terasa bejalan begitu pelan
Ku hanya sosok kecil yang berlinang air mata
Ku hanya seonggok jasad yang terus-menerus menderita
Ku hanya orang linglung di tengah kebisingan kota
Kehidupanku berjalan membosankan bagaikan grafik yang rata
Kedatangannya terasa mulai membangkitkan rasa
Tiba-tiba kurasa dengan cepat zaman berganti masa
Hasratku membumbung tinggi jauh ke angkasa
Neraka menjadi surga, itulah yang kurasa
Ya Allah,
Kabulkanlah semua permohonanku
Yang kuucap di setiap shalat malamku
Terimalah segala doa-doa ku
Yang ada dalam semua sujud shalatku
Jadikanlah ia sebagai istriku
Yang akan mengisi sisa hari-hariku
V
Sejenak masa ku merasa berada di tepi jurang
Ku tak mengerti haruskah ku menyerah atau perang
Mungkinkah dia dapat menganggapku seseorang
Bisakah aku memberinya rasa kasih dan sayang
Sekejap tadi ku merasakan surga mendekati
Namun tiba-tiba hatiku teriris belati
Ku memang tak bisa membolak-balikkan hati
Akankah cinta ini kubawa sampai mati
Wahai Allah Tabaraka wa Ta’ala
Jangan biarkan ku menjadikannya berhala
Jangan lepaskan ia menguasai isi kepala
Ya Allah, jauhkanlah aku dari hal-hal yang tercela
Hanya kepada Engkau di atas langit ketujuh
Kuingin raga, jiwa, dan hati ini tertuju
Namun wanita ini telah membuat darahku terpacu
Dinginkan kepalaku bagaikan butiran salju
Ya Allah, Tak ada yang kuinginkan selain menikah
Mantaati agama walau hanya setengah
Tapi yang kuingin bukan sekedar wanita muslimah
Yang kudamba hanyalah sebuah akhlak yang karimah
September 28th, 2006 at 8:57 am
yah…puisi lo ko mellow2 smua sich?jadi ngga semangat neeh….btw selingan dikit,,,ibe15 ama ibe34 lagi dapet pencerahan nih disini,,,huehue….sok atuh dit kapan menyusul bapak2 yang saya sebutkan di atas….hahahaha…..