BIOGRAFIKU
Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim
Dengan langkah gontai kususuri jalan beton menanjak menuju rumah nenekku. Matahari bersinar sangat terik di hari kamis ini sampai-sampai aku merasa bagai pepes yang sedang dipanaskan di dalam Mikrolet M.24 yang membawaku pulang dari daerah sekitar Universitas Bina Nusantara tadi.
Sesampai di rumah, aku mengambil kunci di bawah keset. Aku tahu tak mungkin ada orang di rumah dan kunci rumah pasti diletakkan di
sana . Aku langsung membuka baju sesampainya diriku di kamar dan langsung berganti pakaian. Kutenggak segelas air yang terasa sejuk menyeberangi tenggorokan hingga ke lambungku.
Aku duduk dan membuka kitab hadits ‘Fathul Baari’ jilid 1, penjelasan Kitab Shahih Al-Bukhari, yang dikarang Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Di jilid ini Ibnu Hajar menjelaskan tentang dasar-dasar Islam seperti Iman, Ilmu, dll. Buku ini baru selesai kubaca kemarin dan ingin kubaca lagi karena isinya yang cukup sulit dipahami. Siapa tahu dengan kubaca berkali-kali, sumber berjuta ilmu ini dapat memberiku sesuatu yang berguna dalam hidupku. Baru saja aku duduk dan membuka lembaran pertama, tiba-tiba terdengar suara orang datang.
“A…ass…alamu…alaikum” terdengar suara sepupuku yang datang dengan salam yang tergagap-gagap. Maklumlah masih anak-anak, Panji namanya. Sesaat kemudian ibunya yang merupakan adik ibuku, Mbak Cici, datang menyongsong.
“Sendirian di rumah, Dit?”
“Iya, Mbak!”
“Nggak ke rumah sakit?” Mbak Cici duduk di sofa di ruang tamu itu dan meletakkan tas yang biasa dibawanya bila menginap di sini di sebelah sofa itu. Tas itu pasti berisi pakaian-pakaian dan perlengkapan Panji.
“Lagi nggak, soalnya besok ada ulangan matematika. Mau belajar dulu”
“Ibumu lagi SEKARAT, loh di rumah sakit sekarang!”
Kata-kata itu membuatku terlonjak. Jantungku langsung berdetak dengan sangat cepat. Perlahan kututup kitab di hadapanku yang baru saja kubuka. Ibuku memang sedang terbaring di Ruang ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto yang berdiri di sebelah Atrium Senen,
Jakarta . Dan karena itu pula rumah nenekku yang biasa kutempati ini kini tak berpenghuni. Aku jadi ingat peristiwa yang memaksa ibuku dirawat di
sana . Sekitar seminggu yang lalu……
**********
Sekitar seminggu yang lalu, aku sedang tertidur di kamar depan rumah nenekku bersama dengan adikku. Kebetulan malam itu nenekku –yang biasa kupanggil ‘Mbah Uti’—sedang menginap di rumah Mbak Cici yang berada di daerah Taman Asri, Larangan. Rumah itu hanya dihuni olehku, adikku, ayahku, ibuku, dan kakak lelaki ibuku, Pa’de Eko.
Tiba-tiba sekitar pukul 3 dini hari, terdengar suara gaduh seperti barang dibanting-banting yang membangunkanku dari tidur. Sebenarnya suara itu berasal dari arah belakang rumahku, namun aku meyakinkan diri dan hatiku bahwa suara itu berasal dari rumah tetangga nenekku yang memang sering berisik walau di malam hari. Dengan rasa sedikit takut, kusingkap gorden jendela dan kulihat suasana di luar. Suasana di depan rumah nenekku sangat sepi dan hanya diselimuti kegelapan malam. Tapi suara ribut itu terus terdengar. Dan tiba-tiba……..
Terlihat pintu rumah nenekku terbuka keras seperti dibanting dan kulihat bapakku dan Pa’de Eko berhamburan keluar menuju keran air di samping kamarku. Sayup-sayup kudengar teriakan “kebakaran…..kebakaran”. Aku terkejut dan langsung terdiam. Aku tak tahu harus berbuat apa. Perlahan kubuka pintu kamarku dan keluar menuju teras. Tetangga-tetangga nenekku telah banyak keluar dan memberikan bantuan.
Seketika aku tersadar dan langsung ikut membantu. Kuraih ember hitam yang kulihat menganggur dan penuh dengan air. Kuangkat ember itu mengikuti orang-orang
September 5th, 2006 at 9:56 pm
dg crt yg sgt menyedih kan.adit walaupun aku sdh tau crt ya dr km tp aku ikut sedih baca ya lg.
aku tak pnh bs membayangkan hal itu.
September 16th, 2006 at 9:58 am
jd pgn nangis lg neh..
September 27th, 2006 at 7:46 pm
Akhi, sungguh 4JJ1 SWT tak membebankan sesuatu melebihi kemampuan hamba2-Nya, hatiku turut sedih. Akhi, aku tahu kau adalah seorang insan yang berhati lembut, bersabarlah, 4JJ1 bersama kita.
December 8th, 2006 at 11:54 pm
bersabarlah….Allah masih sayang padamu…
Allah mengujimu karena sesungguhnya itulah bentuk perhatianNya padamu.